EVALUASI KINERJA LAPANGAN SNP DENGAN INJEKSI AIR MENGGUNAKAN METODE MATERIAL BALANCE

Authors

  • Denilson Tilman Da Silva Barreto Universitas Indonesia Author
  • Teodoro Marcos Mota Author

DOI:

https://doi.org/10.31599/ydc8ph46

Abstract

Lapangan SNP terletak di lepas pantai barat Pulau Borneo, Malaysia. Lapangan SNP diperkirakan memiliki panjang sekitar 11 km dan lebar 2 km. Lapangan SNP berada di zona cekungan yang produktif. Zona A dan Zona B melakukan produksi secara commingle (campuran) dari sumur 3 serta injeksi secara commingle dari sumur injeksi 4. Dalam industri perminyakan, salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan produksi reservoir adalah injeksi air guna mempertahankan tekanan. Di mana lapangan SNP melakukan produksi secara natural terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan injeksi air untuk mempertahankan tekanan, dan kinerja injeksi air tersebut terbukti dapat meningkatkan produksi minyak di lapangan SNP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja sumur di lapangan SNP serta menentukan skenario terbaik untuk mengevaluasi efek injeksi air terhadap tekanan reservoir dan akumulasi minyak yang diproduksi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium perangkat lunak perminyakan dan perpustakaan di Dili Institute of Technology (DIT), Dili, selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada tanggal 11 Januari 2022 hingga 7 Maret 2022. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi literatur. Lapangan SNP memiliki potensi minyak dan formasi utamanya adalah batupasir (sandstone). Produksi minyak di lapangan ini dimulai pada Februari 2014, dengan laju produksi awal sebesar 45.628 BBL dan akumulasi produksi awal sebesar 44.240 STB. Cadangan berdasarkan metode volumetrik memiliki nilai OOIP sebesar 234.674 STB dan berdasarkan metode material balance sebesar 156.817 STB. Mekanisme pendorong produksi berasal dari Water Drive Index (WDI) sebesar 0,85 dan Gas Drive Index (GDI) sebesar 0,68 dengan faktor perolehan (Recovery Factor) sebesar 30%. Dengan metode EOR (Enhanced Oil Recovery) berupa injeksi air dengan volume injeksi sebesar 956,12 m³, berhasil meningkatkan laju produksi sebesar 42,14% dan produksi kumulatif sebesar 36,57%. Selain itu, volume injeksi sebesar 956,12 m³ juga berhasil meningkatkan tekanan reservoir sebesar 11,66%.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-01-02

Issue

Section

Articles