http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/issue/feed Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan 2022-04-28T12:54:20+00:00 Annisa Eka Syafrina annisa.eka@dsn.ubharajaya.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan</strong>&nbsp;<strong>(KOMASKAM)</strong> adalah forum antar disiplin ilmu yang akan mengeksplorasi berbagai fenomena komunikasi, masyarakat, dan keamanan dalam perspektif ilmu komunikasi. Jurnal KOMASKAM akan menerbitkan hasil penelitian dan analisis mutakhir/terbaru yang menekankan pada analisis filosofis, evaluatif, empiris, historis, dan kritis dalam hubungan antara komunikasi, masyarakat, dan keamanan.&nbsp;<strong>Jurnal KOMASKAM</strong>&nbsp; berkomitmen untuk menyuguhkan berbagai hasil penelitian terkini tentang studi komunikasi, masyarakat, dan keamanan. Hal ini tentu akan memberikan informasi terbaru kepada pembaca dan juga editor dalam konteks ilmu komunikasi dari berbagai perspektif. <strong>Jurnal KOMASKAM</strong> terbit secara online mulai edisi Vol. 1, No. 1, <strong>Maret 2019</strong> melalui SK no. 0005.26566125/JI.3.1/SK.ISSN/2019.03 dari LIPI. Dikelola oleh <strong>Fakultas Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya</strong> (FIKOM UBHARAJAYA) dan diterbitkan oleh <strong>Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi</strong> (LPPMP UBHARAJAYA) Dalam menjamin berlangsungnya penerbitan <strong>Jurnal KOMASKAM,</strong> sumbangan tulisan dan atau resensi serta referensi buku-buku ilmiah sangat dihargai. Karangan ilmiah dan tinjauan buku-buku yang diterbitkan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. <strong>Jurnal KOMASKAM</strong> terbit secara konsisten pada Maret dan Oktober setiap tahunnya. E-ISSN: 2656-6125.&nbsp;</p> http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/article/view/1104 STRATEGI PRODUSER MEMBANGUN CITRA PEMBERITAAN LINTAS SIANG INEWS TV 2022-04-05T03:05:00+00:00 Arifin S. Harahap asharahap@gmail.com Halomoan Harahap halomoanharahap@gmail.com Andry Susanto AdrySusanto@gmail.com Hamida Syari Harahap HamidaSyariHarahap@gmail.com <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Penyajian berita di televisi bisa mengalami erosi dan distorsi fakta. Erosi dan distorsi fakta terjadi bila berita yang disajikan mengalami pengikisan atau penambahan fakta akibat tidak sempurnya peralatan jasmaniah dan rohaniah wartawan. Kasus seperti ini sudah sering terjadi. Ini tentu tak boleh terjadi dan terus berlangsung. Bila materi berita ini sampai kepada audiencetentu bisa menyesatkan public. Namun yang berbahaya lagi kepercayaan public terhadap pemberitaan tv lambat laun akan pudar. Bila ini terjadi, pemberitaan tv akan rugi besar. Itulah sebabnya pemberitaan tv harus serius mengontrol berita yang mereka sajikan. Reporter mengumpulkan bahan sesuai ketentuan. Eksekutif produser dan produser harus senantiasa menyaleksi dan menyunting ketat berita yang mereka terima dari reporter. Bila ini kurang diperhatikan dan diabaikan lambat laun citra atau image pemberitaan akan runtuh.</p> </div> </div> </div> 2022-03-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/article/view/1134 AKSI SOSIAL DI INTERNET: PERAN SOCIAL MEDIA INFLUENCER SEBAGAI AKTOR DALAM CROWDFUNDING DI MEDIA SOSIAL 2022-04-26T16:11:40+00:00 Syahrul Hidayanto syahrul.hidayanto@dsn.ubharajaya.ac.id Ainun Zakiah Tofani ainun.tofani21@gmail.com Andini Putri Pratiwi andiniptr26@gmail.com Shafa Rahmah rahmahshafa@gmail.com Dairaby Alfurqaan dairaby.alfurqaan@gmail.com Paskalis Christian paskalischristian2502@gmail.com <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran social media influencer sebagai aktor dalamcrowdfunding di media sosial. Penelitian ini penting karena dapat memberikan gambaran bagaimanasocial media influencer memobilisasi penggemarnya untuk terlibat dalam aksi sosial dan menyukseskan kampanye crowdfunding. Crowdfunding telah bertranformasi ke banyak bentuk salah satunya adalah melalui ptlafrom digital seperti situs web atau media sosial. Eksistensinya semakin diperkuat berkat pengaruh dari social media influencer yang memiliki basis penggemar yang besar. Penelitian ini menggunakan metode unobtrusive observation yang dilakukan secara virtual dan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga elemen penting yang dapat menentukan kesuksesan crowdfunding yaitu komunikasi visual, motivasi, serta kepercayaan dan transparansi. Crowdfunding dapat dikatakan sukses jika penggalang dana (fundraiser) sebagai aktor yang beperan dalam crowdfunding dapat memenuhi ketiga elemen tersebut. Dalam kasus penelitian ini, subjek penelitian yaitu social media influencer yang berperan sebagai penggalang dana mampu menjalankan perannya dengan baik. Media sosial secara maksimal dimanfaatkan sebagai tempat untuk membangun dan meningkatkan awareness kampanye crowdfunding lewat komunikasi visual,berinteraksi dengan penderma, dan sebagai tempat untuk memberikan informasi terbaru terkait realisasicrowdfunding.</p> </div> </div> </div> 2022-03-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/article/view/1135 Representasi Pemimpin Wanita Melalui Visual Branding @ElevateWoman 2022-04-26T16:18:53+00:00 Asima Oktavia Sitanggang asima@google.com Imaddudin Imaddudin@gmail.com <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Ekonomi kreatif menjadi angin segar sekaligus kendaraan besar bagi Indonesia untuk bangkit di masa pandemi Covid-19. Ekonomi kreatif mengutamakan kreativitas, pengetahuan dan ide sebagai aset produksi. Salah satu program peningkatan industri kreatif di media sosial yang dikembangkan oleh salah satu Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Putri Tandjung, adalah program @ElevateWoman. @ElevateWomen adalah program dengan tagline “Bring More Women into the Room” yang didukungoleh Northstar Group, mengundang pengusaha wanita di 10 sektor industri kreatif untuk mendaftar dan berkesempatan untuk melenggang mendapatkan investasi dari investor terpilih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kepemimpinan wanita melalui visual branding pada program @ElevateWoman yang dipromosikan di Instagram dengan Putri Tandjung sebagai drafternya. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan metode semiotika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan visual yang dominan di media sosial @ElevateWoman dengan warna pastel dan biru muda-ungu, ilustrasi sederhana yang menggabungkan gambar bunga dan wanita mewakili karakter khas wanita di industri kreatif yang setia dan gigih. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan wanita untuk membangun dan memelihara hubungan jangka panjang, kemampuan berkomunikasi secara efektif, kepekaan terhadap perbedaan budaya dan perilaku yang sesuai, kemampuan berorganisasi, dan perilaku yang tidak mengancam dan tidak agresif. Selain itu, peran Putri Tandjung sebagai influencer berdampak pada followers dalam program @ElevateWoman yang menguntungkan investor dari event Putri Tanjung (Entrepreneur dan CEO CXO CT Corp), Gita Wirjawan (Founder Ancora Group), Aldi Haryopratomo (Ex CEO Gopay dan Co-CEO). Founder Mapan), Setyanto Hantoro (CEO Telkomsel), Ajeng Sekar Putih (CFO BRI Ventures), dan Neneng Goenadi (Managing Director Grab Indonesia) serta mendukung popularitas dan personal branding Putri Tandjung sebagai wanita milenial, penggagas event dan pemerhati kesetaraan wanita di industri kreatif.</p> </div> </div> </div> 2022-03-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/article/view/1061 WACANA SEKSUALITAS PEREMPUAN DOMINAN DALAM FILM BERTEMA BDSM “LOVE AND LEASHES” 2022-03-07T17:56:00+00:00 Fina Zahra zahra92.fina@gmail.com <p>Laporan penelitian ini menjelaskan bagaimana wacana seksualitas perempuan yang digambarkan sebagai karakter Dominan dalam relasi BDSM dalam film <em>“Love and Leashes”</em> (mulai ditayangkan di Netflix sejak Februari 2022). Analisis Wacana Kritis Sara Mills dengan empat strukturnya yaitu karakter/peran, fragmentasi, fokalisasi, dan skemata digunakan sebagai metode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Love and Leashes” mewacanakan perempuan yang menjadi subjek aktif dan setara dengan laki-laki, serta aktif mengekspresikan seksualitasnya, namun secara paradoks masih membebani perempuan dengan peran untuk menjaga seksualitasnya sendiri sekaligus seksualitas laki-laki. <em>“Love and Leashes”</em> mengkonstruksi kesetaraan relasi antara perempuan dan laki-laki, namun secara paradoks ingin melanggengkan ketidaksetaraan dalam masyarakat.</p> 2022-03-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan http://ejurnal.ubharajaya.ac.id/index.php/KOMASKAM/article/view/1143 STRATEGY TO DEVELOP BRAND IMAGE NADJANI INDONESIA AS A CARING BRAND FOR COVID19 BY USING “NADJANI COVID19 VACCINATE SALE” PROGRAM 2022-04-28T12:54:20+00:00 Istisari Lageni istilageni@umj.ac.id Daniel Handoko Handoko@gmail.com Donny Kurniawan Kurniawan@gmail.com <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Covid19 pandemic has changed the world, everything running slow, also with the business. Because of rules about limitation of human traffic in every country. It makes many aviations bankrupt. There also stayed at home rules, business going down, many shopping mall empty, there’s only plentypeople in restaurant, it also happen with fashion business. The needed of fashion, also going down. There are no one can predict how long this pandemic will be going on. So, the society postpone their not so important expens.</p> <p>Most people got scared to travelled or even going out from their house. Stores closed or opened with restricted business hours. Students has to study from home and also workers. It decrased the sales, because people held to buy some stuff which not important. Beside that, because of work from home,workers don’t bought working dress a lot. So, nadjani realized that our business had to changed quickly.</p> <p>To make business run, businessman have to find new ways that adapt from the situation. Some innovative flexible ways have to develop, so in this uncertain situation, business still able to make enough income for the company. Beside making enough income, the new way also can support the brand image keep on their path. At the end, the collaboration of them can make business and brand established.</p> </div> </div> </div> 2022-03-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2022 Jurnal Komunikasi, Masyarakat dan Keamanan