Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Pelaku Skizofrenia Dalam Pembunuhan Berencana (Studi Putusan Nomor: 150/Pid.B/2024/Pn Jkt. Brt)
DOI:
https://doi.org/10.31599/jlss.v3i1.5157Keywords:
criminal responsibility, schizophrenia, premeditated murder, Criminal Code, judicial proof.Abstract
This study examines the criminal responsibility of offenders with schizophrenia in cases of premeditated murder, with a focus on Decision of the West Jakarta District Court Number 150/Pid.B/2024/PN Jkt. Brt. The main objective of this research is to assess the conformity of the application of Article 44 of the Indonesian Criminal Code (KUHP) and the legal strength of medical evidence, particularly psychiatric expert testimony, in determining the defendant’s capacity for criminal responsibility. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, analyzed qualitatively based on legal norms, doctrines, and judicial reasoning.
The findings show that in Decision Number 150/Pid.B/2024/PN Jkt. Brt, the panel of judges, in rendering its verdict, did not fully apply the principles of criminal responsibility based on fault and capacity for responsibility as mandated by Article 44 of the former Criminal Code. Although the defendant, Andi Andoyo, was medically diagnosed with paranoid schizophrenia through a Visum et Repertum Psychiatricum, the court nevertheless concluded that he was criminally responsible solely because he was able to answer questions and appeared to understand his actions. This approach reflects a reduction of the concept of criminal responsibility to mere factual awareness, without adequately considering the defendant’s full psychological capacity to control his will and to comprehend the unlawful nature of his conduct.
Furthermore, this study finds that the Visum et Repertum Psychiatricum and psychiatric expert testimony constitute lawful evidence under Article 184 of the Indonesian Code of Criminal Procedure (KUHAP). However, in Indonesian criminal justice practice, such medical evidence is often treated merely as supplementary and may be disregarded in favor of the judge’s personal conviction, as illustrated in Decision Number 150/Pid.B/2024/PN Jkt. Brt. The weak legal position of medical evidence directly contributes to errors in assessing the defendant’s criminal responsibility and leads to decisions that may be unjust and inconsistent with the principles of humanity and the protection of persons with mental disorders as provided in Article 44 of the former Criminal Code and Article 38 of the new Criminal Code
References
A. Buku
Abidin, Andi Zaenal. Asas-Asas Hukum Pidana Bagian Pertama. Bandung: Alumni, 1987. Adami Chazawi. Kejahatan Terhadap Tubuh Dan Nyawa. Jakarta: Raja Grafindo Persada,
———. Pelajaran Hukum Pidana Bagian I. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). No Title. Washington, DC: APA, 2013.
Andi Hamzah. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta, 2019.
———. Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.
———. Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2017.
Andi Hamzah & Siti Rahayu. Suatu Tujuan Ringkasan Sistem Pemidanaan Di Indonesia.
Jakarta: Akademika Presindo, 1983.
Barda Nawawi Arief. Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Kencana, 2016.
———. Masalah Penegakan Hukum Dan Kebijakan Hukum Pidana. Jakarta: Kencana, 2018. Chairul Huda. Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada
Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan. Tinjauan Kritis Terhadap Teori Pemisahan Tindak Pidana Dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006.
Cokorda Bagus Jaya Lesmana. Buku Panduan Belajar Dokter Muda: Ilmu Kedokteran Jiwa.
Denpasar: Universitas Udayana, 2020.
D. Surya Yudhantara & Ratri Istiqomah. Sinopsis Skizofrenia Untuk Mahasiswa Kedokteran. Malang: UB Press, 2018.
Eva Achjani Zulfa. Pergeseran Paradigma Pemidanaan. Jakarta: Kencana, 2011.
George P. Fletcher. Basic Concepts Criminal Law. New York: Oxford University Press, 1988.
H. Imron Rosyadi. Hukum Pidana. Surabaya: Revka Prima Media, 2022.
H. Suyanto. Pengantar Hukum Pidana. Sleman: Deepublish, 2018.
Hamel, Van. Inleiding Tot de Studie van Het Nederlandse Strafrecht. Haarlem: Tjeenk Willink, 1927.
Joko Sriwidodo. Kajian Hukum Pidana Indonesia: Teori Dan Praktek. Jakarta: Kepel Press, 2019.
Kaplan & Sadock’s. Synopsis of Psychiatry. Philadelphia: Wolters Kluwer, 2021. Lamintang. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Sinar Baru, 1984.
———. Hukum Panitensier Indonesia. Bandung: Armico, 1984.
———. Kejahatan Terhadap Nyawa, Tubuh Dan Kesehatan. Jakarta: Sinar Grafika, 2010. Lukman Hakim. Asas-Asas Hukum Pidana: Buku Ajar Bagi Mahasiswa. Yogyakarta:
Deepublish Publisher, 2020.
M. Yahya Harahap. Pembahasan Permasalahan Dan Penerapan KUHAP. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.
Marlina. Humum Panitensier. Bandung: Refika Aditama, 2011.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2017. Moeljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Renika Cipta, 2008.
———. Asas-Asas Hukum Pidana. Cet Ke-9. Jakarta: Rineka Cipta, 2015.
———. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni, 2010. Muljatno. Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta, 1980.
Muladi dan Barda Nawawi Arief. Teori-Teori Dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni, 1992.
R. Soesilo. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya. Bogor: Politea, 1996.
Rahman Amin, Pengantar Hukum Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2019.
———. Hukum Pembuktian dalam Perkara Pidana dan Perdata. Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2020.
———. Pidana Dan Pemidanaan Menurut Hukum Nasional. Yogyakarta: Deepublish Digital, 2024.
Roeslan Saleh. Perbuatan Pidana Dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta: Aksara Baru, 1983.
———. Perbuatan Pidana Dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta: Aksara Baru, 1983.
———. Stelsel Pidana Indonesia. Jakarta: Aksara Baru, 1987.
Ruba’i, Masruchin. Mengenal Pidana Dan Pemidanaan Di Indonesia. Malang: IKIP, 1994.
Saim Salman. Mengenal Skizofrenia, Penyebab Dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Elemnta Media, 2022.
Soerjono Soekanto, Sri Madmuji. Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat.
Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015.
———. Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2019. Sudarto. Hukum Dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni, 1986.
———. Hukum Dan Hukum Pidana. Bandung: Alumni, 1986.
———. Hukum Pidana IA. Malang: Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, 1974.
———. Kejahatan Dan Problema Penegakkan Hukum, Masalah-Masalah Hukum, No. 1., 1977.
Tofik Yanuar Chandra. Hukum Pidana. Jakarta: PT. Sangir Multi Usaha, 2022.
Tolib Setiady. Pokok-Pokok Hukum Panitensier Indonesia. Bandung: Alfabeta, 2010.
Tongat. Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia Dalam Perspektif Pembaruan. Malang: UMM Press, 2009.
W.F. Maramis. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press, 2009. Wirjono Prodjodikoro. Asas-Asas Hukum Pidana Di Indonesia. Jakarta: PT. Eresco, 1981.
World Health Organization (WHO). The ICD-10 Classification of Mental and Behavioural Disorders. Geneva: WHO, 1992
B. Peraturan Perundang-Undangan
Pemerintah Republik Indonesia. “Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” 1945.
———. “Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” n.d.
———. “Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana,” 1946.
———. “Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” 2024.
Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Nomor: 150/Pid.B/2024/PN Jkt. Brt, 2024
C. Jurnal Ilmiah
Doddy Makanoneng. “Cacat Kejiwaan Sebagai Alasan Penghapus Pidana.” Lex Crimen 5, no. 4 (2016): 2016.
Gutama, Therry, and Fadillah Sabri. “Penghentian Penuntutan Terhadap Pelaku Gangguan Jiwa Berat Berkaitan Dengan Proses Peradilan Pidana Di Indonesia” 6, no. 4 (2024): 12194–208.
Ida Ayu Indah Puspitasari & Rofikah. “No Title.” Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan 3, no. 144 (2014): 369–87.
Ida, Orintina Vavinta, and Nany Suryawati. “Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Dengan Gangguan Kejiwaan Menurut Ketentuan Hukum Positif.” Binamulia Hukum 12, no. 2 (2023): 263–75. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i2.620.
Jauhari, Syafah Diyana, Erna Dewi, Heni Siswanto, Tontowi Jauhari, Universitas Lampung, Universitas Islam, Negeri Raden, and Intan Lampung. “Criminal Liability for Murder of Individuals with Schizophrenia.” Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 17, no. 2 (2025): 121–36.
Lilik Mulyadi. “Peranan Keterangan Ahli Dalam Penerapan KUHAP.” Jurnal Hukum Dan Peradilan 5, no. 3 (2016): 401–3.
———. “Pertanggungjawaban Pidana Orang Dengan Gangguan Jiwa.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM 23, no. 2 (2016): 201–4.
Mangkudilaga, Bia. “Kedudukan Keterangan Ahli Dalam Pembuktian Perkara Tindak Pidana Oleh Pelaku Yang Mengalami Skizofrenia Paranoid.” Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum 4, no. 2 (2022): 156–70.
———. “KEDUDUKAN KETERANGAN AHLI DALAM PEMBUKTIAN PERKARA TINDAK PIDANA OLEH PELAKU YANG MENGALAMI SKIZOFRENIA PARANOID.” Lex LATA 4, no. 2 (January 16, 2023).
https://doi.org/10.28946/lexl.v4i2.1549.
Muhammad Farhan Abdillah & Iman Santoso. “Psikiater Dalam Ranah Hukum Peradilan Pidana.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 10, no. 1 (2022): 98–117.
Ndapabehar, Elyada Umbu, and R Rahaditya. “PENENTUAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI TERDAKWA YANG MEMILIKI GANGGUAN JIWA SKIZOFRENIA PARANOID DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN.” UNES Law Review 5, no. 4 (2023): 3141–53.
Nurmala, Siti, Sausan Salsabila, Siti Nuriya Hikma, and Helta Puspasari. “Psikopatologi Forensik Dan Perilaku Kriminal Di Indonesia : Studi Kasus Pembunuhan Anak Oleh Ibu Kandung Yang Mengidap Skizofrenia.” Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi 3, no. 3 (2025): 1.
Paul Johann Anselm von Feuerbach. Lehrbuch Des Gemeinen in Deutschland Gultigen Peinlichen Recht. http://books.google.com koleksi perpustakaan Umum New York Amerika., 1801.
Puspitasari, Ida Ayu Indah, and ’ Rofikah. “Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Dengan Mutilasi Yang Mengidap Gangguan Jiwa Skizofrenia.” Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan 8, no. 2 (2019): 101–10. https://jurnal.uns.ac.id/recidive/article/view/40621.
Putri, Adellia Eddiesa. “Tanggung Jawab Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Dengan Gangguan Mental Skizofrenia.” Jurnal Hukum Kesehatan Dan Forensik 4, no. 4 (2024): 1058–66.
Putri, N J, and Y Hidayat. “Analisis Pertanggungjawaban Pelaku Skizofrenia Paranoid Dalam Hukum Islam (Studi Putusan Nomor 105/PID. B/2023/PN_GDT).” UNES Law Review 6, no. 4 (2024): 12430–39. https://review-unes.com/index.php/law/article/view/2210.
Putu Wisesa Sagara, Anak Agung Sagung Laksmi Dewi, and Luh Putu Suryani. “Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Yang Mengalami Gangguan Kejiwaan.” Jurnal Konstruksi Hukum 4, no. 1 (2023): 118–24. https://doi.org/10.22225/jkh.4.1.6036.118-
Riska Renata Maharani. “Pertanggungjawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Yang Mengidap Gangguan Jiwa Skizofrenia Fase Remisi.” Brawijaya Law Student Journal 08, no. 10 (2020).
Rizqi Mahbubah, Gelar Ali Ahmad. “Studi Putusan Nomor 288/Pid.B/2020/Pn Pms Tentang Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Yang Mengidap Skizofrenia.” Novum: Jurnal Hukum 10, no. 03 (2023): 1–12.
Shalsabila, Devi, Atika Djatmiko, Ahmad Yulianto Ihsan, and Muridah Isnawati. “Kekuatan Pembuktian Rekam Medis Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Pidana.” Jurnal Hukum Dan Tatanan Sosial 1, no. 1 (2022): 1–9.
Syarif, Fitria, Syaiffudin Zaenal, and Edy Supardi. “Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.” Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis 15, no. 4 (2020): 327–31
D. Sumber Lain/Website
Ade Ridwan Yandwiputra. “Pengadilan Tinggi Tolak Banding Pemuda Skizofrenia Yang Divonis 16 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Bakal Kasasi.” tempo.co, 2024. https://www.tempo.co/hukum/pengadilan-tinggi-tolak-banding-pemuda-skizofrenia-yang-divonis-16-tahun-penjara-kuasa-hukum-bakal-kasasi-23843?
Puspitasari, Wildan Noviansah & Devi. “Polisi Sebut Pria ODGJ Tiba Depan Mal Jakbar 1 Jam Sebelum Bunuh Korban.” news.detik.com, 2023. https://news.detik.com/berita/d-6999583/polisi-sebut-pria-odgj-tiba-depan-mal-jakbar-1-jam-sebelum-bunuh-korban.
Retia Kartika Dewi. “Indonesia Disebut Peringkat 1 Negara Dengan Skizofrenia, Benarkah?” amp.kompas.com, 2022.
Rini Friastuti, Jonathan Devin. “Idap Skizofrenia, Pembunuh Wanita Dekat Central Park Dikirim Polisi Ke RS Jiwa.” kumparan.com, 2023.
Rizki Syahrial, Akhdi Martin Pratama. “Pembunuh Wanita Di Dekat Central Park Divonis 16 Tahun Penjara.” megapolitan.kompas.com, 2024.
Wisang Seto Pangaribowo, Sari Hardiyanto. “Yogyakarta Jadi Provinsi Dengan Prevalensi Skizofrenia Tertinggi, Apa Langkah Pemerintah DIY?” yogyakarta.kompas.com, 2024. https://yogyakarta.kompas.com/read/2024/08/05/105420078/yogyakarta-jadi-provinsi-dengan-prevalensi-skizofrenia-tertinggi-apa?
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eki Prabitra Kenedy, Lusia Sulastri, Rahman Amin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







_-_Copy1.jpg)
