MAKAN KARENA EMOSI: POTRET EMOTIONAL EATING PADA DEWASA AWAL BERDASARKAN JENIS KELAMIN

Authors

  • Firanti Dhiva Kirana Author
  • Naufal Zaidan Muzaki Author
  • Puspa Lusiana Author

Keywords:

Emotional Eating, Dewasa Awal, Regulasi Emosi

Abstract

Emotional eating merupakan kecenderungan individu untuk mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap kondisi emosional, terutama emosi negatif, dan bukan karena rasa lapar fisiologis. Fenomena ini banyak ditemukan pada dewasa awal yang menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, seperti pendidikan, pekerjaan, hubungan interpersonal, dan penyesuaian terhadap peran sosial. Perbedaan cara laki-laki dan perempuan dalam mengelola emosi diduga memengaruhi kecenderungan emotional eating, sehingga perlu dilakukan kajian untuk memperoleh gambaran perilaku tersebut berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat emotional eating pada dewasa awal berdasarkan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 102 dewasa awal berusia 18–40 tahun yang terdiri atas 14 laki-laki dan 88 perempuan. Data dikumpulkan menggunakan Skala emotional eating yang disusun berdasarkan teori Strien et al. (1986) dan terdiri dari 13 aitem. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif yang meliputi nilai rata-rata, standar deviasi, skor minimum, skor maksimum, serta interpretasi grafik Q-Q Plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki rata-rata skor emotional eating yang lebih tinggi (M = 41,15; SD = 10,49) dibandingkan laki-laki (M = 35,79; SD = 13,88). Selain itu, grafik Q-Q Plot menunjukkan bahwa distribusi data pada kedua kelompok relatif normal. Dapat disimpulkan bahwa perempuan dewasa awal cenderung menunjukkan tingkat Emotional eating yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga jenis kelamin menjadi karakteristik penting dalam memahami perilaku makan yang dipengaruhi oleh kondisi emosional.

Downloads

Published

2026-09-15