DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL & KECENDERUNGAN ATTENTION SEEKING BEHAVIOR PADA MAHASISWA
Keywords:
Attention Seeking Behaviour, Media Sosial, MahasiswaAbstract
Perkembangan media sosial telah memberikan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi dan berinteraksi namun disisi lain juga memunculkan berbagai fenomena psikologis, salah satunya adalah attention seeking behavior atau perilaku mencari perhatian. Mahasiswa sebagai kelompok yang aktif menggunakan media sosial berpotensi menunjukkan kecenderungan perilaku tersebut karena tingginya kebutuhan akan pengakuan dan validasi sosial di lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan attention seeking behavior berdasarkan durasi penggunaan media sosial pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif komparatif. Data dikumpulkan menggunakan skala Attention Seeking Behavior yang telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Responden dikelompokkan berdasarkan durasi penggunaan media sosial per hari, yaitu kurang dari 3 jam, 3–5 jam, dan lebih dari 5 jam. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif melalui perangkat lunak JASP dengan menghitung nilai rata-rata, standar deviasi, skor minimum, dan skor maksimum pada setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa yang menggunakan media sosial lebih dari 5 jam per hari memiliki rata-rata skor Attention Seeking Behavior tertinggi (M = 75,19; SD = 10,26), diikuti kelompok penggunaan 3–5 jam per hari (M = 69,39; SD = 15,44), dan kelompok penggunaan kurang dari 3 jam per hari (M = 64,86; SD = 12,93). Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan attention seeking behavior seiring dengan bertambahnya durasi penggunaan media sosial. Dengan demikian, durasi penggunaan media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya perilaku mencari perhatian pada mahasiswa, meskipun faktor psikologis dan sosial lainnya juga turut berperan.