PENERAPAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) UNTUK MENGENDALIKAN KUALITAS HASIL PENGELASAN: STUDI KASUS PADA PROJECT BOSSTER COMPRESSOR DI PT. YWK
Keywords:
Cacat Las, Diagram Fishbone, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Incomplete Penetration, Risk Priority Number (RPN)Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi kegagalan hasil pengelasan pada project Booster Compressor di PT. YWK dengan menerapkan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pengelasan merupakan proses kritis dalam fabrikasi baja yang berperan penting dalam kekuatan struktur. Namun, ditemukan tiga jenis cacat dominan yaitu Incomplete Penetration, Porosity, dan Undercut yang dapat mempengaruhi kualitas sambungan las. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi lapangan. Data cacat las dianalisis dengan metode FMEA untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN), yang membantu menetapkan prioritas tindakan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat Incomplete Penetration dan Porosity memiliki nilai RPN tertinggi, yang menandakan risiko kegagalan paling signifikan. Penyebab utama dari cacat tersebut antara lain adalah pengaturan arus listrik yang tidak tepat, penggunaan wire yang tidak tepat posisi, serta tidak adanya standar baku pengaturan gas shielding. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan pendekatan 5W+1H untuk merancang usulan perbaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode FMEA secara efektif dapat mengidentifikasi dan mengurangi risiko cacat pengelasan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hasil pengelasan serta mencegah kegagalan struktur di masa mendatang.
