Menentukan Variabel Yang Berpengaruh Terhadap Kadar Rendemen Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) Melalui Uji Matematis Regresi Linier Berganda
Keywords:
ekstraksi maserasi, minyak atsiri, regresi linier berganda, serai wangiAbstract
Minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L.) banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik, farmasi, dan aromaterapi karena sifat antimikroba, antiinflamasi, dan kemampuan relaksasi otot. Permintaan global yang terus meningkat mendorong kebutuhan optimalisasi proses ekstraksi untuk meningkatkan rendemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu ekstraksi, suhu ekstraksi, ukuran sampel, dan rasio perbandingan pelarut terhadap rendemen minyak atsiri serai, serta menganalisis pengaruhnya secara simultan menggunakan pemodelan matematis. Variabel yang dievaluasi mencakup waktu maserasi (1–4 jam), suhu ekstraksi (30–60 °C), ukuran partikel (5 cm, 12 mesh, 48 mesh), dan rasio bahan : pelarut (1 : 3–1 : 30) menggunakan pelarut heksan, selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS untuk mengetahui pengaruh tiap variabel terhadap hasil rendemen minyak atsiri. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa suhu dan rasio pelarut secara signifikan mempengaruhi rendemen (p < 0,005), sedangkan waktu dan ukuran partikel tidak signifikan (p > 0,005). Kondisi optimal—1 jam, 60 °C, 48 mesh, rasio 1 : 3—menghasilkan rendemen tertinggi. Model regresi dengan R² = 0,888 mampu menjelaskan 88% variasi rendemen, sehingga dapat dijadikan dasar perancangan proses ekstraksi berskala laboratorium dan industri.
