POTENSI JUS TEMPE KOMBINASI YOGURT DAN MADU SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL: ANALISIS UJI ORGANOLEPTIK
Keywords:
Jus tempe, minuman kesehatan, pangan lokal, uji organoleptikAbstract
Pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai produk minuman kesehatan merupakan salah satu upaya inovatif dalam meningkatkan nilai tambah pangan tradisional. Tempe sebagai sumber protein nabati yang mudah diperoleh, dikombinasikan dengan yogurt dan madu yang dikenal memiliki manfaat kesehatan, berpotensi dikembangkan menjadi produk minuman fungsional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi tempe sebagai bahan baku minuman kesehatan dalam bentuk jus, serta menguji tingkat penerimaan secara organoletik terhadap jus tempe yang dikombinasikan dengan yogurt dan madu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan sampel tempe, yogurt, dan madu. Penilaian dilakukan melalui uji organoleptik terhadap 25 panelis dengan parameter rasa, tekstur, aroma, dan warna menggunakan skala Likert 1-5 (1= sangat tidak suka hingga 5=suka). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan disajikan dalam bentuk diagram. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa jus tempe yang dikombinasikan dengan yogurt dan madu memiliki tingkat penerimaan yang cukup baik. Sebanyak 64% dari 25 panelis menyatakan bahwa rasa jus tempe tergolong cukup suka, dipengaruhi oleh penambahan yogurt dan madu sehingga menghasilkan rasa manis dan tekstur yang lebih kental. Selain itu, sebesar 52% panelis menyatakan cukup menyukai tekstur jus, 52% panelis menyatakan cukup menyukai aroma jus,dan 44% panelis menyatakan cukup menyukai warna jus. Temuan ini menunjukkan bahwa jus tempe kombinasi yogurt dan madu memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif minuman kesehatan berbasis pangan lokal.
