Self-monitoring dan Kemampuan Verbal Terhadap Perilaku Berbohong

Authors

  • Rijal Abdillah Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Yuarini Wahyu Pertiwi Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Erik Saut H Hutahaean Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Ryan Bastoro Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Rizki Amalia P Putri Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
  • Tiara Anggita Perdini Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

DOI:

https://doi.org/10.31599/jki.v20i3.283

Keywords:

self-monitoring, kemampuan verbal, denyut jantung, gerak mata, perilaku berbohong

Abstract

Lies are carried out by individuals in many of their daily activities, the impact of lying is detrimental to others, and the perpetrators. The results of previous studies have explained that this happens because the perpetrator of lying can monitor his appearance so that it is difficult for the victim to see it as a lie. The most difficulty in recognizing lies is identifying indicators of lying. Therefore it is important to be able to identify indicators of lying behavior. Through two series of studies, this study aims to conduct an analysis of lying, through survey research and in-laboratory research. There were 74 subjects in the survey, and 60 people were involved to be the subject of experimental research. With details of 20 people as the lying group, 20 people as the honest group and 20 people as the neutral group. The results of the survey study found that self-monitoring is related to lying behavior, and self-monitoring also has a direct effect on lying behavior. Conversely, verbal ability is not related to lying. In the experimental study, it was found that the heart rate was different between the three experimental groups. Similar to the sound amplification (db) there was a significant difference between the three experimental groups, but the analysis of the sound wave pattern showed no difference. The results of the analysis of the response reactions and eye movements were not different. The empirical facts of this study can be used to identify indicators of lying behavior.

Keyword: self-monitoring, verbal ability, heart rate, eye movements, and lying behavior

 

Abstrak

Berbohong dilakukan oleh individu pada banyak di setiap aktivasnya sehari-hari, dampak dari perilaku berbohong merugikan orang lain, dan diri pelakunya. Hasil studi terdahulu menerangkan hal itu dapat terjadi karena pelaku berbohong dapat memantau tampilan keadaan dirinya sehingga sulit di lihat oleh korbannya sebagai kebohongan. Kesulitan terberat dalam mengenali kebohongan di dalam aktivas sehari–hari adalah mengenali indikator-indikator yang menjadi bagian dari perilaku berbohong. Berupa kemampuan verbal, reaksi memberikan jawaban, ekspresi wajah, denyut jantung, suara yang dikeluarkan. Oleh karenanya penting untuk dapat mengenali indikator tentang perilaku berbohong. Melalui dua rangkaian studi penelitian ini berupaya untuk melakukan analisis mengenai perilaku berbohong, secara penelitian survei dan penelitian di dalam laboratorium. Sebanyak 74 subjek dilibatkan di dalam proses studi survei. Kemudian sebanyak 60 orang dilibatkan untuk menjadi subjek penelitian eksperimen. Dengan rincian 20 orang untuk kelompok berbohong, 20 orang untuk kelompok jujur dan 20 orang untuk kelompok netral (bebas memilih bohong atau jujur). Hasil studi survei mendapatkan fakta bahwa self-monitoring berhubungan dengan perilaku berbohong, dan self-monitoring juga berpengaruh secara langsung terhadap perilaku berbohong. Sebaliknya kemampuan verbal tidak berhubungan dengan perilaku berbohong. Pada studi eksperimen didapatkan hasil bahwa denyut jantung terjadi perbedaan diantara tiga kelompok eksperimen. Begitupula dengan amplifikasi suara (db) terjadi perbedaan yang signifikan diantara ketiga kelompok eksperimen, akan tetapi analisis terhadap pola gelombang suara tidak menunjukkan adanya perbedaan. Begitu juga hasil analisis terhadap reaksi menjawab dan gerakan mata keduanya tidak didapatkan adanya perbedaan. Fakta empiris penelitian ini kiranya dapat dimanfaatkan untuk mengenal mengenai indikator perilaku berbohong.  

Kata Kunci: self-monitoring, kemampuan verbal, denyut jantung, gerak mata, dan perilaku berbohong

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rijal Abdillah, Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Yuarini Wahyu Pertiwi, Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Erik Saut H Hutahaean, Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Ryan Bastoro, Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Rizki Amalia P Putri , Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Tiara Anggita Perdini, Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Psikologi; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Downloads

How to Cite

Abdillah, R., Pertiwi, Y. W., Hutahaean, E. S. H., Bastoro, R. ., Putri , R. A. P. ., & Perdini, T. A. . (2020). Self-monitoring dan Kemampuan Verbal Terhadap Perilaku Berbohong. Jurnal Kajian Ilmiah, 20(3). https://doi.org/10.31599/jki.v20i3.283