Pengaruh Ambivalensi Regulasi dan Praktik Korupsi Terhadap Krisis Kepercayaan Publik dalam Konteks Reformasi Kepolisian Negara  Republik Indonesia

Penulis

  • Ratna Indriasari Ilmu Pemerintahan; Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara Penulis
  • Hestiwati Basir Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Institut Pemerintahan Daralam Negeri Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31599/8t9jzt14

Kata Kunci:

Ambivalensi Regulasi, Korupsi Kepolisian, Kepercayaan Publik, Reformasi Polri, Siklus Disfungsional

Abstrak

Penelitian ini menganalisis dampak ambivalensi regulasi dan praktik korupsi terhadap krisis kepercayaan publik dalam agenda reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Meskipun reformasi telah berjalan lebih dari dua dekade, prevalensi korupsi dan rendahnya akuntabilitas menunjukkan adanya siklus disfungsional yang menghambat transformasi institusional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-eksplanatif, penelitian ini mengurai rantai kausalitas di balik fenomena krisis kepercayaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik berakar pada kegagalan institusi dalam menutup celah regulasi yang ambigu, yang kemudian dieksploitasi melalui praktik korupsi sistemik. Pemulihan kepercayaan publik memerlukan deregulasi menyeluruh terhadap kebijakan internal yang ambivalen serta penegakan hukum yang konsisten untuk memutus siklus disfungsional melalui model kausalitas struktural.

Diterbitkan

2026-04-01