TERHUBUNG NAMUN GELISAH: MENGUNGKAP FENOMENA FEAR OF MISSING OUT DI ERA MEDIA SOSIAL

Authors

  • Deslita Kayla Nasywa Author
  • Prilanitasari Author
  • Suci Adelia Salma Author

Keywords:

Fear of Missing Out (FOMO), Keterhubungan Digital, Pengguna Media Sosial

Abstract

Perkembangan media sosial telah memberikan kemudahan bagi individu untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan mengikuti berbagai aktivitas sosial secara real time. Namun, intensitas penggunaan media sosial yang semakin tinggi juga memunculkan berbagai permasalahan psikologis, salah satunya adalah Fear of Missing Out (FoMO). FoMO merupakan perasaan cemas dan khawatir ketika individu merasa tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang sedang dialami oleh orang lain. Fenomena ini semakin banyak ditemukan pada pengguna media sosial karena adanya dorongan untuk selalu terhubung dan mengetahui perkembangan terbaru yang terjadi di lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat Fear of Missing Out pada pengguna media sosial di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner skala FoMO kepada 183 responden yang aktif menggunakan berbagai platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, Twitter/X, dan platform lainnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat FoMO pada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat FoMO responden berada pada kategori sedang hingga tinggi. Responden yang menggunakan lebih dari satu platform media sosial cenderung memiliki skor FoMO yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan media sosial dalam jumlah lebih sedikit. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin besar paparan individu terhadap berbagai informasi dan aktivitas sosial di media sosial, semakin besar pula kecenderungan munculnya perasaan takut tertinggal. Dengan demikian, FoMO dapat dipahami sebagai salah satu konsekuensi psikologis dari tingginya keterhubungan digital yang mendorong individu untuk terus mengikuti perkembangan sosial di lingkungan media sosial. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media sosial yang lebih sehat dan seimbang guna meminimalkan dampak psikologis yang ditimbulkan.

Downloads

Published

2026-09-15