PERBEDAAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN DALAM ORGANISASI KAMPUS DAN LUAR KAMPUS
Keywords:
Kepercayaan Diri, Mahasiswa, Keaktifan OrganisasiAbstract
Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting bagi mahasiswa dalam menunjang keberhasilan akademik maupun sosial. Pada umumnya, mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus maupun luar kampus dianggap memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi karena memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama. Namun, fenomena yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perbedaan tingkat kepercayaan diri mahasiswa berdasarkan keaktifan mereka dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan diri mahasiswa ditinjau dari keaktifan dalam organisasi kampus dan luar kampus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Subjek penelitian berjumlah 150 mahasiswa yang terdiri atas 18 mahasiswa tidak aktif dalam organisasi dan 132 mahasiswa aktif dalam organisasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepercayaan diri, kemudian data dianalisis dengan statistik deskriptif untuk melihat gambaran tingkat kepercayaan diri pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi memiliki rata-rata skor kepercayaan diri sebesar 79,61, sedangkan mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki rata-rata skor sebesar 77,18. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa yang tidak aktif dalam organisasi cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedikit lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kepercayaan diri tidak hanya dipengaruhi oleh keaktifan dalam organisasi, tetapi juga oleh berbagai faktor lain seperti pengalaman pribadi, prestasi akademik, lingkungan sosial, dukungan keluarga, serta karakteristik individu. Dengan demikian, keaktifan dalam organisasi bukan satu-satunya faktor yang menentukan tingkat kepercayaan diri mahasiswa.