NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA: ANALISIS DESKRIPTIF BERDASARKAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE HARIAN
Kata Kunci:
Nomophobia, Mahasiswa, Durasi Penggunaan SmartphoneAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah menjadikan smartphone sebagai bagian penting dalam kehidupan mahasiswa, baik untuk kebutuhan akademik maupun sosial. Penggunaan smartphone yang semakin intensif berpotensi menimbulkan nomophobia, yaitu perasaan cemas, takut, atau tidak nyaman ketika individu tidak dapat mengakses telepon genggamnya. Fenomena ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat nomophobia pada mahasiswa berdasarkan durasi penggunaan smartphone harian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 152 mahasiswa yang dikelompokkan berdasarkan durasi penggunaan smartphone, yaitu kurang dari 3 jam, 3–5 jam, 6–8 jam, dan lebih dari 8 jam per hari. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang meliputi mean, median, standar deviasi, nilai minimum, dan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mahasiswa yang menggunakan smartphone lebih dari 8 jam per hari memiliki rata-rata skor nomophobia tertinggi (M = 72,85), diikuti kelompok 3–5 jam (M = 66,86), kurang dari 3 jam (M = 64,50), dan 6–8 jam (M = 59,47). Hasil visualisasi Q-Q Plot menunjukkan bahwa distribusi data cenderung mengikuti pola normal pada setiap kelompok durasi penggunaan smartphone. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin lama durasi penggunaan smartphone, semakin tinggi kecenderungan mahasiswa mengalami nomophobia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengelola penggunaan smartphone secara bijak guna meminimalkan risiko munculnya nomophobia.