PERBEDAAN POLA ASUH OTORITER PADA REMAJA DITINJAU DARI STATUS PENGASUHAN DALAM KELUARGA
Kata Kunci:
Pola Asuh Otoriter, Remaja, Status Pengasuhan KeluargaAbstrak
Pola Asuh Merupakan Faktor Penting Yang Memengaruhi Perkembangan Psikologis Remaja, Terutama Dalam Pembentukan Perilaku, Kemandirian, Dan Penyesuaian Sosial. Perbedaan Struktur Keluarga Menyebabkan Remaja Memiliki Pengalaman Pengasuhan Yang Beragam, Baik Ketika Tinggal Bersama Kedua Orang Tua, Salah Satu Orang Tua, Maupun Wali Atau Keluarga Lain. Kondisi Tersebut Berpotensi Menimbulkan Perbedaan Dalam Penerapan Pola Asuh Otoriter Yang Ditandai Dengan Kontrol Tinggi, Tuntutan Kepatuhan, Serta Komunikasi Yang Terbatas. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mendeskripsikan Perbedaan Pola Asuh Otoriter Pada Remaja Ditinjau Dari Status Pengasuhan Dalam Keluarga. Penelitian Menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dengan Desain Deskriptif Komparatif. Subjek Penelitian Berjumlah 150 Remaja Yang Terdiri Atas 97 Remaja Tinggal Bersama Kedua Orang Tua, 33 Remaja Tinggal Bersama Salah Satu Orang Tua, 1 Remaja Tinggal Bersama Orang Tua Dan Wali, Serta 19 Remaja Tinggal Bersama Wali Atau Keluarga Lain. Data Dikumpulkan Menggunakan Skala Pola Asuh Otoriter Yang Mengacu Pada Parenting Styles And Dimensions Questionnaire (Psdq) Dan Dianalisis Menggunakan Statistik Deskriptif. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Remaja Yang Tinggal Bersama Kedua Orang Tua Memiliki Rerata Skor Pola Asuh Otoriter Sebesar 67,15, Sedangkan Remaja Yang Tinggal Bersama Salah Satu Orang Tua Memiliki Rerata Sebesar 73,88 Dan Remaja Yang Tinggal Bersama Wali Atau Keluarga Lain Memiliki Rerata Sebesar 74,58. Temuan Ini Menunjukkan Bahwa Status Pengasuhan Dalam Keluarga Berkaitan Dengan Variasi Tingkat Pola Asuh Otoriter Yang Diterima Remaja. Semakin Tidak Utuh Struktur Keluarga, Semakin Tinggi Kecenderungan Pola Asuh Otoriter Yang Dirasakan Oleh Remaja.