Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Yang Didahului SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) Tanpa APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan)

Authors

  • Rindy Antika Putri Fakultas Hukum; Universitas Pancasila
  • Devi Safitri Fakultas Hukum; Universitas Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.31599/0bf3w446

Keywords:

APHT, Collateral execution, SKMHT

Abstract

In Indonesian banking practice, secured financing frequently involves the use of a Power of Attorney to Encumber Mortgage (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan/SKMHT) prior to the execution of the Deed of Granting Mortgage (Akta Pemberian Hak Tanggungan/APHT). The SKMHT functions as a temporary authorization for the Land Deed Official (PPAT) or Notary to execute the APHT; however, this instrument does not independently create a valid in rem security right. This article provides an in-depth analysis of the legal certainty and executorial power of financing agreements that have been disbursed but are supported solely by an SKMHT without the completion of a subsequent APHT. In addition, this study examines the responsibilities of banks and notaries/PPAT in safeguarding the legal certainty of collateral. The research employs a normative juridical approach, analyzing relevant regulations (the Mortgage Law and the Indonesian Civil Code) and reviewing Supreme Court decisions to assess how the norms are applied in practice. The findings indicate that an SKMHT without an APHT lacks executorial force (parate executie) because the mortgage right has not yet been established, thereby positioning the bank merely as a concurrent creditor. This study underscores the urgency of strict internal controls and effective coordination between banks and notaries/PPAT as essential strategies in managing the legal risks associated with secured financing

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Rindy Antika Putri, Fakultas Hukum; Universitas Pancasila

    Fakultas Hukum; Universitas Pancasila

  • Devi Safitri, Fakultas Hukum; Universitas Pancasila

    Fakultas Hukum; Universitas Pancasila

References

Agustina, D. H. (2021). Implikasi Yuridis Terhadap Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Sebagai Jaminan Dalam Perjanjian Kredit Di Perusahaan Umum Daerah BPR Bank Brebes. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Agustini, D. P. A. L., & Putrijanti, A. (2025). Analisis Penyalahgunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) dalam Praktik Hukum Jaminan di Indonesia. Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton, 11(1), 41–51. https://doi.org/10.35326/pencerah.v11i1.6788

Badriyah, S. M., Suharto, R., Kashadi, H., Hukum, F., & Diponegoro, U. (2019). Implikasi Hukum Penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Sebagai Jaminan Dalam Perjanjian Kredit Pemilikan Rumah Pesatnya perkembangan masyarakat terutama dalam bidang perekonomian mengakibatkan perkembangan kebutuhan masyarakat juga makin berkem. 2, 58–71.

Badrulzaman, M. . (2015). Sistem hukum benda nasional. Alumni.

Budiman, N. T., & Hariandja, T. R. (2022). … Penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) dalam Perjanjian Kredit Perbankan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Wilayah Kerja Bank …. 2(2), 56–72.

Damanik, V., Bintang, J., & Badriyah, S. M. (2023). Kepastian Hukum Terhadap Perjanjian Pembiayaan Didahului SKMHT Tanpa APHT. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 1883–1898. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3697

Hadjon, P. . (2011). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Peradaban.

Hartono. (2018). Hukum Perjanjian Jaminan. Sinar Grafika.

Ikhrom, T. M. H., Febrian, & Elmadiantini. (2022). Tugas dan Wewenang PPAT Dalam Membuat Akta Pemberian Hak Tanggungan. Repertorium Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.28946/rpt.v11i1.1616

Lubis, A. (2019). Hukum Jaminan Kebendaan dan Praktik Perbankan. Citra Aditya Bakti.

Mertokusumo, S. (2017). Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar. Liberty.

Noor, A., Wijaya, K. V., Maruf, I. Y., Yusuf, M., & Setiawan, G. P. (2021). Kekuatan Mengikat SKMHT Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Karena Adanya Wanprestasi. 32(3), 167–186.

Paramita, A. R., & Purwoatmojo, D. (2022). Analisis Legalitas Akta Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) Terhadap Perlindungan Kreditor. Notarius, 15, 803–817.

Putri, F. A. W. (2023). Perspektif Agunan Kredit Tertentu yang Diikat SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Kreditur. Bussiness Law Binus, 7(2), 33–48.

Siahaan, R. (2020). Manajemen Risiko Hukum pada Perbankan. Rajawali Press.

Soebekti, R. (2003). Hukum Perjanjain. PT Intermasa.

Soekanto, S. (2001). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Raja Grafindo Persada.

Tjia, M., & Tan, D. (2022). Keabsahan Dari Akta Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Yang Dibuat Oleh Notaris. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 11(1), 12–23. https://doi.org/10.28946/rpt.v11i1.1714

Waringga, S. (2020). Tanggung Jawab Notaris yang Memiliki Kewenangan PPAT Dalam Pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan. VIII(2), 310–315.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Yang Didahului SKMHT (Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan) Tanpa APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). (2026). Jurnal Kajian Ilmiah, 26(1), 29-36. https://doi.org/10.31599/0bf3w446