Reorientasi Strategi Pemolisian Pasca Gencatan Senjata Iran-AS: Menjamin Keamanan Komunitas Dari Ancaman Polarisasi Ideologis Dan Terorisme Transnasional

Penulis

  • Muhamad Firdiansyah Fakultas Hukum; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Penulis
  • St Laksanto Utomo Fakultas Hukum; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Penulis
  • Edi Saputra Hasibuan Fakultas Hukum; Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31599/pbxpgr15

Kata Kunci:

Human Security, Institutional Integrity, Iran-US Conflict, Policing Strategy, Transnational Terrorism

Abstrak

Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat tidak serta-merta mengeliminasi ancaman keamanan nasional, melainkan menggeser eskalasi konflik ke dalam bentuk laten dan hibrida. Sebagai negara dengan dinamika sosiopolitik yang kompleks, Indonesia menghadapi risiko nyata berupa polarisasi ideologis di tingkat akar rumput dan ancaman terorisme transnasional yang memanifestasikan sentimen global tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis reorientasi strategi pemolisian dari pendekatan keamanan negara (State Security) menuju keamanan manusia (Human Security) melalui model keamanan komunitas. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa strategi pasca-gencatan senjata memerlukan penguatan Early Warning System (EWS) yang berbasis komunitas dan sinergitas intelijen antara Polri dan TNI. Namun, efektivitas strategi ini rentan terhadap praktik maladministrasi dalam pengelolaan dana taktis intelijen serta penyalahgunaan diskresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keamanan komunitas hanya dapat dicapai melalui strategi pemolisian yang adaptif sekaligus bersih secara internal. Penguatan integritas organisasi merupakan syarat mutlak agar kebijakan keamanan tidak menjadi instrumen represif, melainkan pelindung stabilitas sosial dan kedaulatan nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Diterbitkan

2026-10-04

Terbitan

Bagian

Articles