Meningkatkan Harapan (Hope) pada Dewasa Awal melalui Program Future With Hope: Perjalanan Versi Terbaik Diriku, Membangun Harapan Merancang Masa Depan

Authors

  • Aghni Urfah Millati Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia Author
  • Azahra Aulia Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia Author
  • Delima Rizky Amelia Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia Author
  • Elisabet Hotmarisi Tobing Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia Author
  • Juwita Satiya Ananda Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.31599/4qv7ae97

Keywords:

Harapan (Hope), Psikologi Positif, Dewasa Awal, Hope Theory, Intervensi Psikologis

Abstract

Masa dewasa awal (18–25 tahun) sering diwarnai ketidakpastian dalam menentukan tujuan hidup sehingga menurunkan harapan (hope) terhadap masa depan. Berdasarkan kondisi tersebut, disusun Program “Future With Hope: Perjalanan Versi Terbaik Diriku, Membangun Harapan Merancang Masa Depan” sebagai intervensi psikologi positif (Seligman C Csikszentmihalyi, 2000) berbasis Hope Theory (Snyder, 2002) yang berfokus pada pengembangan goals, pathways, dan agency. Program bertujuan meningkatkan harapan tujuh mahasiswa dewasa awal melalui lima sesi (60 menit) yang meliputi psikoedukasi, life mapping, penetapan SMART goals (Doran, 1981), penyusunan strategi alternatif (Plan A–C), afirmasi positif, dan refleksi diri. Tingkat harapan diukur menggunakan Adult Hope Scale (AHS; Snyder et al., 1991) melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata hope dari 31,857 (pre-test) menjadi 38,857 (post-test), dengan total skor meningkat dari 223 menjadi 272. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data pre-test (p=0,562) dan post-test (p=0,570) berdistribusi normal, sedangkan reliabilitas instrumen tetap baik (Cronbach’s Alpha 0,918 pre-test dan 0,782 post-test). Hasil observasi turut menunjukkan perubahan perilaku positif, yaitu peserta menjadi lebih mampu menetapkan tujuan yang realistis, menyusun strategi alternatif, serta lebih yakin terhadap kemampuan dirinya. Dapat disimpulkan bahwa program berbasis Hope Theory efektif meningkatkan harapan pada dewasa awal dan dapat menjadi alternatif intervensi psikologi positif di lingkungan pendidikan tinggi.

References

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Doran, G. T. (1981). There’s a S.M.A.R.T. way to write management’s goals and objectives. Management Review, 70(11), 35–36.

Seligman, M. E. P., C Csikszentmihalyi, M. (2000). Positive psychology: An introduction. American Psychologist, 55(1), 5–14. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.5

Snyder, C. R. (2002). Hope theory: Rainbows in the mind. Psychological Inquiry, 13(4), 249–275. https://doi.org/10.1207/s15327965pli1304_01

Snyder, C. R., Harris, C., Anderson, J. R., Holleran, S. A., Irving, L. M., Sigmon, S. T., Yoshinobu, L., Gibb, J., Langelle, C., C Harney, P. (1991). The will and the ways: Development and validation of an individual-differences measure of hope. Journal of Personality and Social Psychology, c0(4), 570–585. https://doi.org/10.1037/0022-3514.60.4.570

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Meningkatkan Harapan (Hope) pada Dewasa Awal melalui Program Future With Hope: Perjalanan Versi Terbaik Diriku, Membangun Harapan Merancang Masa Depan. (2026). Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 22-32. https://doi.org/10.31599/4qv7ae97

Similar Articles

1-10 of 18

You may also start an advanced similarity search for this article.