Komunikasi Virtual dan Solidaritas Digital Perempuan: Analisis Etnografi Virtual dan Social Network Analysis pada Akun Instagram @perempuanpunyakarya

Authors

  • Dzakwan Amar Zuhdi Universitas Pamulang
  • Ramadhani Utami Dewi Universitas Pamulang
  • Hamida Syari Harahap Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

DOI:

https://doi.org/10.31599/9rzpgf32

Keywords:

komunikasi virtual, komunitas perempuan, Etnografi Virtual, Social Network Analysis

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi media sosial dari sekadar sarana berbagi informasi menjadi ruang interaksi sosial yang membentuk identitas, solidaritas, dan komunitas berbasis nilai. Salah satu platform yang memiliki peran signifikan dalam proses ini adalah Instagram, yang memungkinkan pengguna, khususnya perempuan, untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman, serta membangun jaringan sosial. Akun @perempuanpunyakarya hadir sebagai ruang digital yang merepresentasikan komunitas perempuan dengan nilai pemberdayaan, solidaritas, dan dukungan sosial. Meskipun fenomena komunitas digital perempuan semakin berkembang, kajian mengenai pola interaksi dan struktur jaringan komunikasi di dalamnya masih belum banyak dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi (komentar, likes, dan sharing) serta menjelaskan bagaimana komunikasi virtual membentuk komunitas berbasis gender pada akun tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan kombinasi digital ethnography dan social network analysis (SNA). Data diperoleh melalui observasi digital, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan pengguna aktif perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola interaksi didominasi oleh keterlibatan simbolik seperti likes dan konsumsi konten visual, yang meskipun tampak pasif, memiliki makna sebagai bentuk dukungan dan solidaritas digital. Struktur jaringan komunikasi bersifat terpusat dengan akun sebagai node utama, sementara interaksi yang lebih intens dan mendalam terjadi di luar Instagram melalui media komunikasi internal komunitas. Selain itu, komunikasi virtual berperan dalam membangun rasa memiliki (sense of belonging), memperkuat identitas kolektif, serta menciptakan ruang aman (safe space) bagi perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, berfungsi sebagai ruang representasi dan visibilitas perempuan, sedangkan kekuatan komunitas digital berbasis gender terbentuk melalui integrasi antara makna simbolik interaksi dan struktur jaringan sosial yang melampaui satu platform.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baym, N. K. (2015). Personal connections in the digital age (2nd ed.). Polity Press.

Hanson, K. R., & Theis, N. (2024). Networked Participants, Networked Meanings: Using Networks to Visualize Ethnographic Data. Sociological Methodology, 54(1), 142-156. https://doi.org/10.1177/00811750231195338

Harcourt, W. (2018). Body politics in development: Critical debates in gender and development (2nd ed.). Zed Books.

Harcourt, W. (2018). Feminist activism and digital networks: Between empowerment and vulnerability. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-319-72371-6

Rachmawati, D. (2022). Engagement perempuan di media sosial sebagai bentuk solidaritas digital [Skripsi, Universitas Indonesia]. Universitas Indonesia Institutional Repository.

Rosli, N., Johar, E. R., Lazim, M. L. B. M., Hashim, S., & Juhari, N. F. (2024).

From Hearts to Carts: Understanding the Impact of Comments, Likes, and Share Functions on Consumer Purchase Intentions in a Social Media Landscape.

European Journal of Sustainable Development, 13(2), 46–62.

https://doi.org/10.14207/ejsd.2024.v13n2p46

Putri, A. N. (2021). Komunitas virtual di Instagram: Studi kasus akun feminisme [Skripsi, Universitas Gadjah Mada]. Universitas Gadjah Mada Institutional Repository.

Purba, H., & Irwansyah, I. (2022). User Generated Content dan Pemanfaatan Media Sosial dalam Perkembangan Industri Pariwisata: Literature Review. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 9(2), 229–238.

Scott, J. (2017). Social network analysis (4th ed.). SAGE Publications Ltd.

Toquero, C. M. D. (2021). Digital Ethnography on Students’ Authentic Engagement in Social Media Platforms during the Global Online Experiment. Journal of Digital Educational Technology, 1(1), ep2104. https://doi.org/10.21601/jdet/11310

Gardasevic, S., Jaiswal, A., Lamba, M., Funakoshi, J., Chu, K.-H., Shah, A., Sun, Y., Pokhrel, P., & Washington, P. (2024). Public health using social network analysis during the COVID-19 era: A systematic review. Information, 15 (11), 690. https://doi.org/10.3390/info15110690

Hine, C. (2015). Ethnography for the internet: Embedded, embodied and everyday. Bloomsbury Academic.

Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.

Pink, S., Horst, H., Postill, J., Hjorth, L., Lewis, T., & Tacchi, J. (2016). Digital ethnography: Principles and practice. SAGE Publications.

Highfield, T., & Leaver, T. (2016). Instagrammatics and digital methods: Studying visual social media, from selfies and GIFs to memes and emoji. Communication Research and Practice, 2(1), 47–62. https://doi.org/10.1080/22041451.2016.1155332

Leaver, T., Highfield, T., & Abidin, C. (2020). Instagram: Visual social media cultures. Polity Press.

Rachmawati, F. (2022). Engagement perempuan di media sosial sebagai bentuk solidaritas digital. [Tesis, Universitas Indonesia].

Sheldon, P., & Bryant, K. (2016). Instagram: Motives for its use and relationship to narcissism and contextual age. Computers in Human Behavior, 58, 89–97. https://doi.org/10.1016/j.chb.2015.12.059

Tenenboim, Ori. (2022). Comments, Shares, or Likes: What Makes News Posts Engaging in Different Ways. Social Media + Society. 8. 205630512211302. 10.1177/20563051221130282.

Downloads

Published

2026-05-13

Issue

Section

Articles