Psikoedukasi Time Management untuk Mengatasi Work Life Balance Buruh Pabrik dengan Budaya Kolektivis
DOI:
https://doi.org/10.31599/g169j321Keywords:
Psikoedukasi, Buruh, Budaya KolektivisAbstract
Buruh pabrik pada sektor UMKM sering menghadapi tuntutan kerja yang tidak teratur, beban sosial-budaya kolektivis, serta keterbatasan keterampilan dalam mengelola waktu. Kondisi tersebut membuat mereka rentan mengalami ketidakseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Berdasarkan permasalahan ini, kegiatan psikoedukasi dilaksanakan untuk melihat efektivitas intervensi Work Life Balance dan Time Management dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan buruh dalam mengatur peran sehari-hari. Sasaran kegiatan terdiri dari 21 buruh Pabrik Kerupuk Barokah Situbondo. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari melalui psikoedukasi menggunakan metode penyampaian materi, FGD/permainan edukatif. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas kerja. Untuk melihat perubahan pemahaman, kegiatan menggunakan desain Quasi-Experiment One Group Pretest-Posttest dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala Work Life Balance dan Time Management yang sudah diadaptasi. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata work-life balance dari 2,80 menjadi 3,15 dan time management dari 2,41 menjadi 2,92. Uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua variabel (p = 0,000). Analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa time management berpengaruh signifikan terhadap work life balance (F = 4,192; p = 0,000) dengan kontribusi 48,1% (R² = 0,481). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa meningkatnya kesadaran buruh dalam menentukan prioritas, mengelola waktu, serta menjaga kesejahteraan diri. Secara keseluruhan, psikoedukasi terbukti efektif dan relevan untuk mendukung peningkatan kualitas kerja buruh dalam budaya kolektivis.
References
Adi, W., & Ratnaningsih, I. Z. (2022). Time management behavior and productivity among manufacturing workers in Indonesia. Jurnal Psikologi Terapan, 8(1), 45–57.
Aeon, B., Faber, A., & Panaccio, A. (2021). Does time management work? A meta-analysis. PLOS ONE, 16(1), e0245066.
Dewi, S., Rakhmawati, I., & Lestari, R. (2020). Kolektivisme desa dan dampaknya terhadap perilaku kerja masyarakat Jawa Timur. Jurnal Sosiologi Nusantara, 6(2), 101–116.
Ferreira, A., Santos, L., & Cunha, R. (2023). Time management behavior and job performance: A systematic review. Journal of Work and Organizational Studies, 12(3), 211–229.
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
Gunawan, G. (2019). Reliabilitas dan Validitas Konstruk Work Life Balance di Indonesia. JPPP - Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 8(2), 88–94. https://doi.org/10.21009/jppp.082.05
Hakim, M. M. (2024). Work-life balance, take-home pay, and workplace environment: Effects on employee performance. Jurnal Sosial Humaniora, 7(1), 33–42*.
Handayani, P. F. (2023). Work-life balance and workplace well-being among SME employees. Jurnal Apresiasi Ekonomi, 11(2), 412–421.
Indriyani, R. D., Adiningsih, F., Siddiq, D. M., & Tembo, J. (2025). Hospital Staff Well-Being: Examining Workload, Distributive Justice, and the Moderating Role of Social Support. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE), 8(3), 9768–9779. https://doi.org/https://doi.org/10.31538/iijse.v8i3.7588
Macan, T. H. (1994). Time management: Test of a process model. Journal of Applied Psychology, 79(3), 381–391. https://doi.org/10.1037/0021-9010.79.3.381
Mostafa, A. M. S. (2021). Work–life balance and psychological well-being: A cross-sectional analysis. Journal of Management & Organization, 27(4), 641–655. Muhammad Indra Astrawan, Dini Permana Sari, & Elfina Febrianti. (2025). Efektivitas Psikocare terhadap Pengetahuan Kesehatan Mental Pekerja Wanita. Journal of Psychology and Social Sciences, 3(1), 38–48.
https://doi.org/10.61994/jpss.v3i1.934
Nurdin, M. N. H., Layuk, E. V., Nurfadilah, A., Djalal, N. M., & Faradillah, W. (2024). Psikoedukasi Manajemen Waktu untuk Mencapai Work Life Balance PT. Makassar Megaputra Prima. Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 192–199. https://doi.org/10.69930/scitech.v1i3.84
Pratiwi, A., & Suhariadi, F. (2021). Cultural collectivism and organizational behavior among Javanese and Madurese workers. Jurnal Psikologi Sosial, 19(1), 14–27.
Peykar, S., Vahedparast, H., Gharibi, T., & Bagherzadeh, R. (2023). Examining the impact of time management and resilience training on work-family conflict among Iranian female nurses: a randomized controlled trial. BMC nursing, 22(1), 470. https://doi.org/10.1186/s12912-023-01634-w
Raihan, M., Aprisal, D., Hanifah, I. L., Wajangsari, N. A., & Rifani, R. (2025). Psikoedukasi Time Management Terhadap Quality of life Karyawan PT Pos
Indonesia ( Persero ) Regional VI Makassar. Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3, 247–253.
Susanto, P., Widodo, A., & Cahyono, R. (2022). Work–life balance, job satisfaction, and job performance in SMEs. Frontiers in Psychology, 13, 906876.
Widyasari, L. (2024). Community obligations and work-role conflict in East Java rural workers. Jurnal Ilmu Perilaku, 5(1), 22–35*.
William, & Hita. (2019). Mengukur Tingkat Pemahaman Pelatihan PowerPoint Menggunakan Quasi Experiment One-Group Pretest Posttest. Jurnal SIFO Mikroskil, 20(1), 71–80.








